Tanaman Pengusir Nyamuk

4 TANAMAN PENGUSIR NYAMUK


Terganggu oleh kehadiran nyamuk? Kini, Anda tak perlu repot menyemprotkan insektisida yang belum tentu aman. Gunakan saja tanaman pengusir nyamuk.

Belakangan, wabah demam berdarah dengue (DBD) kembali merebak di beberapa daerah. DBD adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan virus dengue­terutama menyerang anak-anak. Tanda-tandanya antara lain demam tinggi mendadak, dengan manifestasi perdarahan dan bertendensi menimbulkan syok dan kematian. Pemberantasan nyamuk biasanya dengan menggunakan insektisida sintesis sebagai racun serangga, entah itu obat nyamuk semprot, obat nyamuk bakar, maupun obat antinyamuk yang dioleskan, yang tentu saja mengandung senyawa kimia.

Selain obat nyamuk yang banyak dijual, ada pula tanaman antinyamuk yang lebih aman. Beberapa di antaranya tanaman zodia, geranium, lavender, dan serai wangi. Mau tahu kayak apa tanaman itu?

GERANIUM
Kalau zodia lebih banyak ditanam di dalam pot, maka geranium lazim ditanam outdoor, meskipun cara penggunaannya sama, yakni dengan menggoyang-goyang helaian daun, atau tertiup oleh angin maupun kipas angin, lalu keluar bau wangi yang khas (agak langu). Bau tersebut berasal dari kandungan yang dimiliki geranium, yakni zat citronella. Nah, citronella inilah yang mampu mengusir nyamuk.

Tanaman geranium (Pelargonium citrosa) tumbuh merumpun, banyak anakan. Daunnya hijau, berbentuk menjangkar (menyerupai jangkar), tepi daun bergerigi. Batangnya banyak mengandung air. Lazimnya diperbanyak dengan menggunakan stek anakan.

Tanaman geranium sekurang-kurangnya memiliki tiga varian, yakni Citrosa mosquito fighter, Cirosa queen of lemon, dan Citrosa lady diana. Citrosa mosquito fighter dulu-dulunya cukup mudah ditemukan di kawasan sekitar Bandung dan Sukabumi. Tumbuh liar di seputar sawah dan digunakan oleh orang-orang kampung. Daunnya diambil lalu diselipkan di antara pakaian dalam almari. Khasiatnya mampu mengusir nyamuk dan ngengat, juga memberikan aroma khas. Sekarang, tanaman ini kembali diburu orang, terlebih di zaman dimana pola hidup “kembali ke alam” makin ngetren.

LAVENDER
Penampilan bunga lavender memang amat menarik. Bunganya berwarna ungu kecil-kecil. Bunga ini mengeluarkan aroma wangi. Bunga ini sering digosok-gosok ke tubuh untuk menghindari gigitan nyamuk. Perbanyakan tanaman lavender (Lavandula angustifolia) biasanya dengan menggunakan bijinya. Biji-biji yang tua dan sehat disemaikan. Bila sudah tumbuh, dipindahkan ke polybag. Ketika tingginya mencapai 15 – 20 cm, dapat dipindahkan ke dalam pot atau ditanam di halaman rumah.

Keberadaan tanaman lavender mengundang para penyuling minyak atsiri untuk menyuling bunganya. Minyak lavender memang sering dipakai sebagai aromaterapi. Bahkan, di beberapa rumah, minyak lavender ini ditempatkan di ruang tamu

KLIK - DetailSERAI WANGI
Selama ini, serai wangi dipakai untuk bumbu masak dan bahan pencampur jamu. Namun, ternyata serai wangi ­ terutama batang dan daun ­ bisa pula dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk. Ya, pasalnya tanaman serai wangi ini mengandung zat-zat seperti geraniol, metilheptenon, terpen-terpen, terpen-alkohol, asam-asam organik, dan terutama adalah sitronelal. Zat sitronelal ini memiliki sifat racun kontak. Sebagai racun kontak, ia dapat menyebabkan kematian akibat kehilangan cairan secara terus-menerus sehingga tubuh nyamuk kekurangan cairan.

Secara sederhana kita dapat membuat ekstrak serai wangi. Caranya, sediakan 1 kg daun dan batang serai wangi, lalu cuci dan tiriskan sampai kering. Masukkan dalam blender, lalu haluskan. Masukkan hasil blenderan ke dalam 250 ml air, lantas rendam selama semalam. Setelah itu, saring dan masukkan ke dalam botol, lalu encerkan dengan aquades.
Untuk menggunakannya, tuangkan ekstrak serai wangi ke dalam alat penyemprot, lalu semprotkan ke tempat dimana nyamuk-nyamuk bersembunyi.

Tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus) tumbuh berumpun dengan tinggi sekitar 50 – 100 cm. Daun tunggal berjumbai, panjang sampai 1 meter, lebar 1,5 cm, bagian bawahnya agak kasar, tulang daun sejajar. Batang tidak berkayu, berusuk-rusuk pendek, dan berwarna putih. Akarnya serabut.

Perbanyakan dilakukan dengan pemisahan stek anakan. Stek diperoleh dengan cara memecah rumpun yang berukuran besar namun tidak beruas. Poting sebagian daun stek atau kurangi hingga 3 – 5 cm dari pelepah daun. Sebagian akar juga dikurangi dan tinggalkan sekitar 2,5 cm di bawah leher akar. Setelah itu, ditanam di halaman rumah.

ZODIA
Orang Papua terbiasa menggosok kulitnya dengan dedaunan tertentu sebelum masuk ke hutan. Maksudnya agar terlindungi dari serangan serangga, khususnya nyamuk. Daun-daun tersebut berasal dari tanaman yang disebut zodia (Evodia suaveolens). Kita ketahui, zodia ini tanaman asli Indonesia yang berasal dari Papua.

Kenapa nyamuk takut pada zodia? Tanaman zodia termasuk famili Rutaceae.Ia mengandung zat evodiamine dan rutaecarpine. Menurut Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), minyak yang disuling dari daun zodia mengandung linalool 46 persen dan apinene
13,26 persen. Nah, linalool inilah yang berfungsi sebagai pengusir nyamuk. Menurut Agus Kardinan (2004), daun zodia mampu menghalau nyamuk selama 6 jam, dengan daya halau (daya proteksi) sebesar lebih dari 70 persen. Selain efektif mengusir nyamuk, belakangan ini para ilmuwan menemukan khasiat lain dari zodia, misalnya penyembuh sakit kepala, disentri, dan pembunuh sel kanker. Bunganya pun dapat dijadikan obat gosok untuk mengobati masuk angin.

Zodia akan mengeluarkan aroma bila daun-daunnya saling menggosok. Letakkan tanaman di sekitar tempat angin masuk dalam ruangan, bisa juga di sudut ruangan tertentu, kemudian tiup dengan kipas angin. Aroma yang cukup wangi pun akan keluar. Namun demikian, kita tetap harus waspada. Seandainya tanaman zodia diletakkan di ruangan yang sempit dan sedikit sirkulasi udara, bisa-bisa orang yang ada di dalamnya pun pusing atau mabuk.

Lazimnya, tanaman ini ditanam dalam pot, dan digunakan sebagai tanaman dalam ruangan (indoor plant). Namun, baik juga bisa langsung ditanam di halaman rumah. Bahkan, bisa memberikan kesejukan tersendiri. Tinggi tanaman ­ bila dibiarkan bebas di lapangan ­ bisa mencapai 200 cm. Daunnya cantik sekali, hijau agak kekuningan, pipih panjang tapi lentur, dan menyejukkan mata yang memandang.

Tanaman zodia juga cukup mudah diperbanyak, kok, baik melalui stek ranting maupun bijinya. Ketika sudah berbunga dan berbiji, biji zodia akan jatuh dan tumbuh di sekitarnya. Hanya saja, fase pertumbuhan membutuhkan perhatian tersendiri. Bila langsung kena sinar matahari, bisa-bisa malah mati. Sebaliknya, bila kurang sinar matahari justru pertumbuhannya tidak sehat. Tanaman ini akan tumbuh subur bila dikembangkan di daerah yang cukup dingin.

Bunga Lavender Efektif Usir Nyamuk

bunga-lavenderSAMARINDA — Bunga lavender kata Ketua Tim Penggerak PKK Kota Samarinda Hj. Aminah Amins, sangat efekif mengusir nyamuk. “Bunga lavender merupakan bahan baku ‘lotion’ antinyamuk sehingga jika ditanam di sekitar rumah, akan sangat bermanfaat mengusir nyamuk, sebagai antisipasi penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue),” katanya pada acara penanaman bunga lavender secara simbolis di halaman Sekretariat PKK, di Samarinda, Kaltim, Jumat.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Samarinda Hj Mardiana Zulfakar, menyerahkan 900 bibit bunga lavender ke Ketua Tim Penggerak PKK Kota Samarinda. Selain bermanfaat bagi kesehatan, khususnya mencegah nyamuk, bunga lavender, kata Aminah Amins, juga bisa mendatangkan kesejukan, sebab selain mengeluarkan aroma harum bunganya juga tak kalah indah dari kembang lainnya. “Saya menyarankan kepada ibu-ibu, khususnya para pencinta kembang, untuk menanam bunga lavender, sebab bunga ini tidak kalah indah dari kembang lainnya. Selain mengeluarkan bau wangi, warna bunganya juga sangat menarik karena ukurannya kecil dan bewarna ungu,” katanya.

Penanaman bunga lavender di halaman rumah, kata istri Walikota Samarinda itu, sebagai wujud membantu pencegahan penyakit DBD. “Jadi, selain untuk keindahan juga sebagai upaya mengantisipasi penyakit DBD yang disebabkan nyamuk ‘aedes agepty’,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Kota Samarinda.

Namun, ia tetap menekankan agar warga tetap melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3 M, karena hal itu sangat efektif memberantas perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD. Selain akan ditanam di halaman Kantor PKK Kota Samarinda, 900 bibit bunga lavender itu juga akan disebar melalui pengurus PKK, baik PKK kota, PKK kecamatan maupun PKK tingkat kelurahan. “Kami berharap, masyarakat membudidayakan penanaman bunga lavender. Saya minta kepada anggota PKK kota hingga kelurahan untuk mengajak warga menanam bunga lavender tersebut,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Samarinda, Hj Mardiana Zulfakar, mengakui, penyerahan bibit lavender itu merupakan bagian dari program peningkatan intensifikasi dan produksi Kota Samarinda 2008. “Harapan kami, program penanaman bunga levender itu dapat mendukung program Pemkot Samarinda untuk menekan kasus DBD pada 2009. Semoga, kegiatan penanaman perdana di halaman Kantor PKK Kota samarinda tersebut dapat memotivasi warga untuk menanam bunga lavender,” kata Hj. Mardiana Zulfakar.

Ia menjelaskan, perkemangbiakan tanaman lavender dilakukan pihaknya melalui biji kemudian disemaikan.  “Jika sudah tumbuh, bibit lavender lalu dipindahkan ke polibeg dan saat tingginya sudah mencapai 15 hingga 20 centimeter dapat dipindahkan ke pot atau ditanam di halaman rumah,” katanya.

“Bunga Lavender juga bermanfaat bagi kesehatan kita, sebab mengandung zat yang mampu mengendorkan dan melemaskan sistem kerja urat syaraf dan otot-otot yang tegang. Sehingga, orang akan merasa rileks jika menghirup aroma bunga lavender,” katanya.ant/kp

Selain obat nyamuk yang banyak dijual, ada pula tanaman antinyamuk yang lebih aman. Beberapa di antaranya tanaman zodia, geranium, lavender, dan serai wangi. Mau tahu kayak apa tanaman itu?

GERANIUM

Image hosted by Photobucket.com Kalau zodia lebih banyak ditanam di dalam pot, maka geranium lazim ditanam outdoor, meskipun cara penggunaannya sama, yakni dengan menggoyang-goyang helaian daun, atau tertiup oleh angin maupun kipas angin, lalu keluar bau wangi yang khas (agak langu). Bau tersebut berasal dari kandungan yang dimiliki geranium, yakni zat citronella. Nah, citronella inilah yang mampu mengusir nyamuk.

Tanaman geranium (Pelargonium citrosa) tumbuh merumpun, banyak anakan. Daunnya hijau, berbentuk menjangkar (menyerupai jangkar), tepi daun bergerigi. Batangnya banyak mengandung air. Lazimnya diperbanyak dengan menggunakan stek anakan.

Tanaman geranium sekurang-kurangnya memiliki tiga varian, yakni Citrosa mosquito fighter, Cirosa queen of lemon, dan Citrosa lady diana. Citrosa mosquito fighter dulu-dulunya cukup mudah ditemukan di kawasan sekitar Bandung dan Sukabumi. Tumbuh liar di seputar sawah dan digunakan oleh orang-orang kampung. Daunnya diambil lalu diselipkan di antara pakaian dalam almari. Khasiatnya mampu mengusir nyamuk dan ngengat, juga memberikan aroma khas. Sekarang, tanaman ini kembali diburu orang, terlebih di zaman dimana pola hidup “kembali ke alam” makin ngetren.

ZODIA

zodiaIngat nyamuk, ingat Zodia. Inilah yang selalu disebut-sebut sebagai tanaman hias anti-nyamuk atau pengusir nyamuk. Biasanya laris manis di saat demam DBD. Selain aromanya yang bisa menghalau nyamuk, konon daunnya bisa mengobati kulit yang bentol karena gigitan nyamuk. Wah ampuh tenan!
Zodia merupakan tanaman asli Indonesia yang berasal dari daerah Irian (Papua). Oleh penduduk setempat tanaman ini biasa digunakan untuk menghalau serangga, khususnya nyamuk apabila hendak pergi kehutan, yaitu dengan cara menggosokkan daunnya ke kulit.

Selain itu, tanaman yang mempunyai tinggi antara 50 cm hingga 200 cm (rata-rata 75cm), dipercaya mampu mengusir nyamuk dan serangga lainnya dari sekitar tanaman.

Oleh sebab itu tanaman ini, sering ditanam di pekarangan atupun di pot untuk menghalau nyamuk. Aroma yang dikeluarkan oleh tanaman Zodia cukup wangi.

Biasanya tanaman itu mengeluarkan aroma apabila tanaman tergoyah oleh tiupan angin sehingga di antara daunnya saling menggosok, maka keluarlah aroma yang wangi.

Saat ini sebagian masyarakat menyimpan tanaman zodia pada pot di dalam ruangan, sehingga selain memberikan aroma yang khas, juga aromanya dapat menghalau nyamuk dari ruangan. Namun demikian tidak berarti bahwa nantinya di dalam ruangan terdapat beberapa bangkai nyamuk sebagai akibaat dari tanaman ini, nyamuk hanya terusir karena tidak menyukai aroma dari tanaman ini. Penyimpanan tanaman juga sering diletakkan di sekitar tempat angin masuk ke dalam ruangan, nyamuk yang hendak masukpun terhalau.

Hasil Uji

Zodia (Evodia suaveolens) yang termasuk ke dalam keluarga Rutaceae, dikatakan mengandung evodiamine dan rutaecarpine. Dari beberapa literatur, tanaman ini bermanfaat sebagai anti-kanker. Menurut hasil analisa yang dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) dengan gas kromatografi, minyak yang disuling dari daun tanaman ini mengandung linalool (46%) dan a-pinene (13,26%) di mana linalool sudah sangat dikenal sebagai pengusir (repellent) nyamuk.

Dari pengujian yang dilakukan penulis terhadap nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti) yang sering membuat heboh masyarakat, yaitu dengan cara menggosokkan daun zodia ke lengan, lalu lengannya dimasukkan ke kotak yang berisi nyamuk demam berdarah dan dibandingkan dengan lengan yang tanpa digosok dengan daun zodia, menunjukkan bahwa daun zodia mampu menghalau nyamuk selama enam jam dengan daya halau (daya proteksi) sebesar lebih dari 70%.

Selain itu, lengan yang digigit oleh nyamuk demam berdaarah akan cepat sembuh (bentol dan gatal) apabila digosok dengan daun zodia. Hal ini merupakan harapan baru untuk menghalau serangan nyamuk demam berdarah di masa mendatang, yaitu dengan gerakan kembali ke alam dengan memanfaatkan tanaman di sekitar kita untuk memerangi penyakit demam berdarah.

Cara Perbanyakan

Tanaman ini sangat mudah diperbanyak, yaitu melalui biji dan stek ranting. Biasanya apabila kita sudah memiliki tanaman yang sudah berbunga dan berbiji, maka bijinya akan jatuh dan tumbuh disekitar tanaman. Saat ini, harga bibit tanaman yang baru tumbuh dapat mencapai Rp. 5.000 hingga Rp. 10.000 per pohonnya, tanaman dengan tinggi sekitar 20 cm di dalam pot dapat mencapai harga Rp. 25.000 hingga Rp. 50.000 per pohonnya, sedangkan tanaman yang sudah mulai berbunga dapat mencapai Rp. 75.000 hingga Rp. 100.000, bahkan yang sudah berbiji dapat mencapai Rp. 150.000 hingga Rp. 200.000. Memang harga tanaman ini masih mahal karena masih tergolong langka dan bagi mereka para pengusaha tanaman, kesempatan ini merupakan ini merupakan peluang yang baik untuk berbisnis.

A g u s K a r d i n a n

Penulis adalah Peneliti di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat

Dimuat pada Tabloid Sinar Tani, 23 Juni 2004

Cegah DBD dengan Serai Wangi

Written by Newsroom
Sunday, 17 June 2007
Cara yang paling efektif menghindari DBD adalah dengan melakukan pencegahan secara dini seperti yang selama ini dilakukan dan dihimbau. Selain memberantas keberadaan nyamuk Aedes aegypty, pemanfaatan tanaman obat yang tumbuh di sekitar rumah juga menjadi solusi terbaik untuk menghindari DBD.

Salah satu tanaman obat yang dapat digunakan untuk mencegah dan membantu mengatasi DBD adalah serai wangi (Cymbopogon nardus). Tanaman serai wangi tumbuh berumpun dengan tinggi 50-100 cm. Tanaman ini mempunyai ciri daun tunggal berjumbai, panjang sampai 1 meter, lebar 1,5 cm, bagian bawahnya agak kasar, tulang daun sejajar. Batangnya tidak berkayu, berusuk pendek, dan berwarna putih. Akarnya termasuk akar serabut.

Batang dan daun serai wangi selain dimanfaatkan untuk bumbu masak dan bahan pencampur jamu, juga bisa dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk. Batang dan daun serai wangi mengandung zat-zat seperti geraniol, metilheptenon, terpen, terpen-alkohol, asam organik, dan terutama sitronelal. Zat sitronelal ini memiliki sifat racun kontak. Sebagai racun kontak, serai wangi menyebabkan nyamuk kehilangan cairan secara terus-menerus sehingga tubuhnya akan kekurangan cairan dan akhirnya mati.

Lantas, bagaimana cara meramu serai wangi ini? Mudah saja, karena cara pembuatan ekstrak serai wangi ini sederhana sekali.

Pertama, satu kilogram daun dan batang serai wangi dicuci, lalu ditiriskan sampai kering.

Kedua, blender daun dan batang tersebut sampai halus.

Ketiga, masukkan hasil blenderan tersebut ke dalam wadah bervolume 500 ml (1/2 liter) yang tertutup rapat. Lalu, tambahkan air sebanyak 250 ml. Diamkan campuran tersebut selama 1 malam. Setelah itu, saring dan masukkan ke dalam botol, lalu encerkan dengan aquades.

Cara penggunaannya, tuangkan serai wangi ke dalam alat semprot, lalu semprotkan ke tempat nyamuk-nyamuk bersembunyi. Mudah kan?

Pencegahan DBD dengan serai wangi ini ditulis Drs. Suharmiati, Msi, Apt dan dr. Lestari Handayani, M.Med (PH) dalam buku Tanaman Obat & Ramuan Tradisional untuk Mengatasi Demam Berdarah Dengue yang diterbitkan oleh AgroMedia Pustaka. Melalui buku ini, Anda juga dapat mengetahui jenis-jenis tanaman obat yang berkhasiat mencegah DBD dan dilengkapi dengan cara meramunya.

Satu Tanggapan

  1. lebih komplit lgi yahhhhhhhhh

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.